Minggu, 08 Januari 2017

Mengapa Nyamuk Paling Suka Terbang di Sekitar Telinga? Berikut Fakta Menarik Tentang Telinga

Mengapa Nyamuk Paling Suka Terbang di Sekitar Telinga? Berikut Fakta Menarik Tentang Telinga

Nyamuk memang biasanya paling suka nginder-ngider dibagian tubuh disekita telinga. Bagian ini memang dinilai lebih panas di banding bagian yang lain dari tubuh manusia, sehingga sangat disukai nyamuk. Bagian tubuh telinga memiliki suhu yang mendekati suhu inti tubuh, dan nyamuk mendeteksi panas dan sangat tertarik pada panas di sekita telinga.

Telinga merupakan salah satu indra manusia yang berfungsi mendengarkan suara yang berasal dari luar tubuh. Bagian ini terus bekerja bahkan saat kita tidur, namun ketika sedang tidur, otak mematikan suara tersebut sehingga kita tidak mendengar. Berikut ini fakta tentang telinga yang harus anda ketahui.

1. Telinga sangat mandiri, bagian ini bisa membersihkan dirinya jika ada benda-benda asing yang masuk ke bagian ini. Telinga memiliki pori-pori yang dapat menghasilkan cerumen (ear wax). Sedangkan rambut-rambut kecil yang berada di telinga berfungsi untuk mendorong benda asing yang masuk ke saluran telinga.

2. Ternyata telinga memiliki fungsi lain selain sebagai alat pendengaran. Bagian ini berfungsi sebagai penyeimbang tubuh. Mengapa demikian? Telinga memiliki semicircular canals yang menghasilkan cairan dan disebut dengan endolymph. Cairan ini berfungsi untuk menentukan rotasi, akselerasi, atau gerakan kepala. Makanya anda sering pusing kalau berputar sangat cepat dalam beberapa menit. Pasalnya saat itu fungsi cairan  endolymph sedang terganggu.

3. Ketika anda tidur telinga anda tetap bisa mendengar. Sayangnya otak mematikan suara tersebut ketika anda sedang tidur. Hal ini tentu merupakan keuntungan, bayangkan jika kita sudah lelah dan ingin tidur masih harus terganggu dengan suara-suara malam disekitar kita.

4. Suara yang bisa menyebabkan gangguan telinga atau noise-induced hearing loss (NIHL). adalah suara yang sangat keras hingga mencapai 85 desibel atau lebih tinggi. Padahal manusia normalnya hanya mampu mendengar suara 60 desibe. Angka ini lah yang biasanya terjadi saat kita sedang berbincang-bincang.

5. Ternyata rambut –rambut di dalam telinga tidak bisa tumbuh kembali jika sudah rusak. Bagian rambut ini berfungsi untuk mendeteksi gelombang suara dan mengirimkan sinyalnya ke saraf dan sangat penting fungsinya untuk pendengaran.

6. Pernahkah anda mengalami sensasi seperti mendenging ketika anda sedang berada di ketinggian? Ya itu merupakan efek dari tabung eustachio tidak dapat menjaga keseimbangan tekanan tubuh. Tabung eustachio sendiri merupakan saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring

7. Anda pasti pernah mengalami telinga anda berbunyi “pop” saat anda sedang menguap? Saat anda menguap, tabung Eustachio terbuka terbuka untuk menstabilkan tekanan di telinga bagian tengah dengan tekanan udara dari luar.

Nah sudah tahu kan sekarang apa saja fakta unik tentang telinga anda. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi salah satu referensi bagi anda. 

Ternyata, Setan Paling Senang Tinggal di Hidung Manusia

Ternyata, Setan Paling Senang Tinggal di Hidung Manusia

Setan merupakan makhluk ciptaan Allah yang menggoda Nabi Adam dan keturunannya. Ia tidak terlihat oleh kasat mata dan hanya bisa menampakkan diri atas izin dari Allah SWT. Seperti yang diketahui bahwa setan menjadi musuh yang nyata bagi kaum muslim.

Ada begitu banyak cara yang digunakan setan untuk menggoda, salah satunya adalah dengan menyusup ke dalam tubuh. Setan  ini masuk melalui aliran darah yang mengalir ke seluruh tubuh hingga ke otak. 

Namun ternyata, ada bagian tubuh tertentu yang suka ditinggali oleh setan. Setan dan kawanannya ini gemar tinggal di hidung manusia. Lantas, mengapa lubang hidung menjadi tempat favorit setan untuk bernaung? Berikut informasi selengkapnya. 

Lubang-lubang yang terdapat di tubuh manusia memang menjadi salah satu jalan masuknya setan. Semua lubang hidung menjadi incaran untuk dijadikan tempat tinggal setan. Bermula dari sinilah mereka menyusun muslihat untuk menyesatkan manusia. 

Lubang hidung menjadi salah satunya, bagian tubuh yang berfungsi untuk menjadi organ penciuman. Selain itu, fungsinya juga sangat penting untuk pernapasan yakni masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. 

Setan menjadikan lubang yang satu ini sebagai tempat favorit untuk ditinggali. Menurut Syekh Ibnu Muflih hal ini bisa disebabkan karena hidung tidak memiliki fungsi riil untuk mengingat atau beribadah kepada Allah SWT. 

Bahkan beliau dan sebagian ulama menyebutkan bahwa bagian tubuh ini sangat jauh dari nilai ibadah. Tentu saja hal tersebut berbeda dengan mata, telinga dan mulut kaum muslim yang banyak digunakan untuk sarana beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Seperti yang diketahui, mata menjadi pintu masuk bagi manusia untuk mengambil pelajaran dan pemahaman atas sebuah kejadian lewat penglihatan. Lewat pemahaman tersebut manusia pun akhirnya berpikir untuk berdzikir dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dalam hatinya akan tergerak untuk bersyukur atas apa yang telah diperoleh setelah melihat suatu kejadian. 

Selain mata, ada pula telinga yang digunakan untuk mendengar. Telinga ini juga memiliki fungsi yang bernilai ibadah yakni lewat cara mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, mendengarkan ceramah keagamaan yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. 

Mulut juga demikian, setelah melihat dan mendengar ia akan beribadah kepada Allah lewat ucapan yakni berdzikir dan berdoa. Tidak hanya itu, dengan mengatakan perkataan baik juga sudah bernilai ibadah. 

Lain halnya dengan hidung yang jauh dari nilai ibadah jika dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya tersebut. Maka tidak heran jika bagian tubuh ini menjadi tempat favorit untuk dihuni setan dan kawanannya. Untuk menghindari hal tersebut, maka kita harus menjalankan perintah dari Rasulullah SAW. 

Nabi SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya. (H.R. Muslim).

Tujuan melakukan itu jelas untuk mencegah setan bersarang di dalam lubang hidung. Jika setan pergi meninggalkan hidup kita maka niscaya kita akan terhindar dari segala godaannya untuk melakukan kemaksiatan.

Wujud Asli Malaikat Jibril yang Bikin Takjub

Wujud Asli Malaikat Jibril yang Bikin Takjub

Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah. Diantara banyaknya malaikat yang ada, nama Jibril memang begitu populer sebagai penyampai risalah.

Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu dari manusia di bumi yang sering bertemu dengan malaikat berjuluk Ruh al Qudus ini. Namun setiap kali bertemu, Jibril selalu tampak dalam rupa seorang manusia biasa dan bukan wujud sebenarnya.

Namun, ada kesempatan dimana Rasulullah SAW bisa melihat rupa asli dari malaikat Jibril. Beliau terkagum tat kala melihat sayap sang malaikat yang membentang dari barat–timur alam semesta. Begitu menakjubkan bukan? Bagaimana selengkapnya? Berikut ulasannya. 

Nabi Muhammad SAW menjadi manusia yang beruntung karena bisa melihat langsung wujud asli Malaikat Jibril. Tidak ada nabi dan rasul lainnya yang diperlihatkan wujud asli dari pemimpin malaikat ini. Namun Beliau hanya bisa melihatnya dua kali. Sementara pada pertemuan  lainnya, malaikat ini selalu datang dalam wujud manusia biasa. 

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu ( dalam rupanya yang asli ) pada waktu yang lain" ( An-Najm 53:13 ).

Peristiwa pertama saat Nabi bertemu Malaikat Jibril terjadi pada saat turunnya wahyu yang kedua yakni QS. Al Muddatssir : 1-5. Pada saat itu, usia Nabi genap 40 tahun. 

Dalam Shahih Al Bukhari ketika itu malaikat Jibril terlihat duduk di atas kursi di antara langit dan bumi dan terus mendekati nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam kitab tafsir sowi hlm 176 Jilid 4 dijelaskan bahwa Nabi Muhammad melihat Malaikat Jibril menampakan diri (pertama kali) yang tingginya telah ada di ufuk (melewati batas penglihatan). Maka bertanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam

"Wahai Jibril aku tidak mengira bahwa Allah menciptakan makhluk (yang sangat besar) seperti bentuk mu ini.

Malaikat Jibril menjawab: "Wahai Muhammad. "Sesungguhnya aku (hanya) telah membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat."
"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata: "Sesungguhnya penciptaanmu sangat Besar"

Malaikat Jibril berkata: "Dan tidaklah aku disamping ciptaan-ciptaanAllah hanyalah sesuatu yang kecil.. Dan Allah telah menciptakan Israfil, dia lebih besar dan memiliki 600 sayap, dan setiap sayapnya seukuran seluruh sayapku.. Sesungguhnya dia melipat sayapnya karena takut kepada Allah, sampai-sampai dia melipatnya sekecil mungkin."

Pada saat bertemu dengan Nabi dalam wujud asli, Malaikat Jibril menggunakan baju kebesarannya, putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT, Jibril berkata : “Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh”.

Wallahu A'lam Bishawab

Beginilah Godaan Setan Saat Anda di Kamar Mandi

Beginilah Godaan Setan Saat Anda di Kamar Mandi

Kamar mandi tempat yang rutin kita datangi setiap hari. Bagaimana tidak, setiap hari manusia harus membersihkan badan agar kembali segar. Tidak bisa dipungkiri bahwa kamar mandi menjadi salah satu elemen penting dari sebuah bangunan rumah.

Namun tahukah anda bahwa ternyata ruangan ini merupakan salah satu tempat tinggal setan? Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW menceritakan bahwa Iblis pernah meminta kepada Allah agar diberi tempat tinggal. Allah pun kemudian memilihkan kamar mandi sebagai rumah mereka.

Secara fitrah manusia memang tidak bisa melihat mereka, namun para setan yang menghuni kamar mandi dapat melihat kita dan melakukan bujuk rayunya. Tindakan ini mungkin kerap anda lakukan saat berada di kamar mandi. Ternyata beberapa diantaranya merupakan bentuk godaan setan. Seperti apa godaan tersebut? Berikut ulasannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW  menjelaskan bahwa Iblis ingin memiliki tempat tinggal, layaknya Adam as yang tinggal di bumi. 

‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Tentu saja Iblis tidak akan tinggal diam ketika kediamannya dimasuki oleh manusia yang menjadi target utama kesesatan mereka. Itulah kenapa anda diharuskan untuk membaca doa ketika akan masuk ke kamar mandi. Inilah hal-hal yang sering kita lakukan di kamar mandi namun ternyata adalah godaan setan. 

1. Berlama-Lama di Dalam Kamar Mandi
Banyak diantara kita yang mungkin lama saat berada di kamar mandi. Ternyata, ini merupakan salah satu bentuk godaan yang dilakukan setan. Para ulama menyarankan agar kita cepat keluar dari kamar mandi karena tempat ini adalah basecampnya setan. Karena WC dan semisalnya merupakan tempat kotor yang dihuni oleh syetan, maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar ia tidak ditimpa oleh kejelekan makhluk tersebut.

Namun yang mengherankan kini kamar mandi didesain sebagus mungkin dan membuat orang-orang betah berlama-lama berada di ruangan tersebut. Padahal tempat kotor, tempat membuang kotoran, tempat itulah tempat berkumpulnya setan.

2. Bernyanyi atau Berkata-Kata
Bernyanyi atau berkata-kata atau berbicara ternyata juga merupakan gangguan setan. Ternyata ulama sepakat jika kegiatan ini hukumnya adalah makruh atau perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Jika dibutuhkan tidak mengapa, jika tidak maka meninggalkannya lebih utama.

"Tidak boleh dua orang keluar menuju tempat buang hajat dalam keadaan membuka aurat sambil berbicara, karena Allah memurkai yang demikian itu." (HR. Abu Daud, Ahmad)

Tentu saja, sesuatu jika sudah dilarang agama, pasti setan akan mencari cara bagaimana agar manusia tetap melakukan dan melanggarnya. 

3. Bermain-Main Air atau Sesuatu yang Lain
Tidak dipungkiri jika kita pasti sering melakukan ini. Dengan alasan agar tubuh bersih maksimal, maka seseorang akan berlama-lama di kamar mandinya. Ternyata ini adalah bentuk gangguan yang dilakukan setan. Selain itu, jika anda serinf saat berada di kamar mandi membawa hp atau ipod, maka berhentilah mulai sekarang, karena hal tersebut merupakan tipu daya setan. 

4. Membiarkan Baju yang Kotor Tergantung Dalam Kamar Mandi
Bahkan menggantung baju kotor di kamar mandi tergolong tipu daya setan. Dengan baju kotor yang menumpuk, maka tidak jarang akan menimbulkan penyakit dan berkembangbiaknya bakteri-bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Setan membuat kita menjadi malas memperhatikan kebersihan pakaian kita. Padahal hal-hal yang kotor sangat tidak disukai Allah SWT.  Namun itulah yang sangat diinginkan setan, jika kita menjalankannya artinya mereka sukses membujuk rayu kita.

5. Membuat Manusia Lupa Membaca Doa Ketika Masuk Kamar Mandi
Jika anda selama ini tidak pernah membaca doa ketika akan masuk ke kamar mandi, maka sebaiknya anda ubah kebiasaan tersebut. Karena sebenarnya hal itu merupakan salah satu godaan setan. Dengan tidak berdoa terlebih dahulu, maka setan akan mudah melakukan bujuk rayu, padahal dengan Bismillah pandangan setan akan tertutupi. Rasulullah SAW mengajarkan doa saat akan masuk ke kamar mandi, diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika masuk kamar kecil (WC) Rasulullah Saw membaca doa (yang artinya), “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan”.

Dahulukan kaki kiri ketika hendak masuk kamar mandi dan dahulukan kaki kanan ketika hendak keluar. Dan jangan lupa bersuci.

6. Melakukan Wudhu Sambil Tidak Berpakaian
Ternyata berwudhu dengan tanpa selehai benang juga merupakan godaan yang dilakukan setan. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang menutup aurat, sehingga setan akan senantiasa membuat manusia untuk melanggar apa yang disukai Allah tersebut. 

7. Mencoret-Coret Dinding Mandi
Entah apa yang dipikirkan, sehingga tidak jarang baik di kamar mandi pribadi atau pun umum orang melakukan tindakan merusak keindahan. Ya ini merupakan gangguan setan yang selayaknya kita hindari. Mencorat coret dinding hanya akan membuat ruangan tersebut terlihat kotor. Inilah yang sangat disukai setan sehingga sudah seharusnya kita menjauhi tindakan tersebut. 

8. Merencanakan Kejahatan
Pernahkah anda di dalam kamar mandi tiba-tiba mendapat ide yang anda anggap sebagai pemikiran yang brilian? Ya, tidak jarang ide-ide memang kerap muncul dari bilik kecil ini, namun jangan salah terkadang ide-ide tersebut justru yang mengarah kepada niat buruk. Jadi jangan sampai salah artikan hal tersebut, karena sebenarnya hal itu merupakan tindakan setan. 

9. Melakukan Hal Asusila
Berlama-lama di kamar mandi berpotensi membuat seseorang melakukan hal asusila. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan setan yang sebaiknya dihindari. Jika masih ngeyel mengikuti, maka sebenarnya anda mengikut dan terjebak dalam bujuk rayu setan, dan betapa bahagianya golongan ini ketika mendapatkan pengikut untuk menemani mereka ke neraka.

Mengabaikan Rasulullah, Sayap Malaikat ini Dipatahkan Allah

Mengabaikan Rasulullah, Sayap Malaikat ini Dipatahkan Allah

Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan yang menjadi kekasih Allah. Bahkan Sang Pencipta juga melakukan salawat untuk Nabi junjungan alam tersebut. Ini merupakan satu-satunya ibadah yang diperintahkan untuk dikerjakan manusia, namun juga dilakukan oleh Allah SWT.

Begitu agungnya Nabi Muhammad disisi Allah, sehingga hal-hal yang dapat menyakiti Rasulullah akan menimbulkan kemarahan-Nya. Kisah berikut merupakan bukti jika Allah begitu marah ketika ada makhluk yang mengabaikan Rasul. 

Ini terjadi saat Nabi melakukan Isra Miraj untuk menjemput perintah salat. Ketika 70 ribu malaikat menyambutnya, satu malaikat ini justru mengabaikannya. Allah kemudian mematahkan sayap malaikat tersebut dan membuangnya ke bumi. Bagaimana nasib malaikat ini? Berikut kisahnya. 

Kisah ini tertulis dalam Kitab Mukasyafatul Qulub kaya Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammas. Ceritanya bermula pada saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT. 

Kala Rasulullah melintasi langit, terdapat 70 ribu malaikat di langit yang berbaris dan melayani beliau. Semua malaikat sangat menghormati kedatangan dari Kekasih Allah tersebut. Namun, lain halnya dengan satu malaikat, ia tidak berdiri untuk menghormati kedatangan Rasulullah tersebut. 

Hal ini membuat Allah SWT marah dan kemudian menghukumnya dengan mematahkan dua sayap malaikat tersebut. Tidak cukup sampai di situ, Allah SWT juga mengasingkan malaikat tersebut ke bumi tepatnya di sebuah gunung Qaaf yang tinggi. 

Di tempat pengasingan ini, malaikat tersebut hanya bisa menangis dan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Keberadaan malaikat yang dihukum Allah tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW lewat laporan dari malaikat Jibril. 

Malaikat Jibril berkata, “Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan sedang menangis."

Ketika dia melihatku, dia berkata, “Adakah engkau mau menolongku?” Aku berkata, “Apa salahmu?” Dia berkata, “Ketika aku berada di atas singsana pada malam Mi’raj, lewatlah padaku Muhammad Kekasih Allah. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang kau lihat.” Jelas malaikat malang tersebut sambil terus menangis dan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. 

Setelah mendengarkan penjelasan dari malaikat malang ini, malaikat Jibril kemudian mencoba memberikan pertolongan kepadanya. Lalu ia merendahkan diri di hadapan Allah SWT untuk meminta pertolongan.

Maka Allah SWT berfirman: "Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW."

Mendengar perintah Allah tersebut lantas malaikat Jibril segera menyampaikannya kepada malaikat yang mendapat hukuman. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat tersebut langsung bershalawat kepada Rasulullah SAW, akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.

Setelah memberi ampunan, Allah kemudian menumbuhkan kembali sayap malaikat tersebut dan mengembalikannya ke singgasananya. 

Demikianlah informasi mengenai kisah malaikat yang dipatahkan sayapnya dan diasingkan ke bumi oleh Allah SWT karena tidak menghormati Rasulullah SAW. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui betapa pentingnya shalawat kepada Kekasih Allah ini. 

Sesuai dengan firman Allah: “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]

Sabtu, 07 Januari 2017

Inilah Manusia yang Sangat Terkenal di Langit

Inilah Manusia yang Sangat Terkenal di Langit

Seorang manusia bisa saja bangga ketika terkenal di seluruh dunia. Namun hal itu tidak menjadi jaminan dirinya terkenal diantara penduduk langit. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa di langit ada ribuan malaikat yang selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT.

Apalagi dengan adanya Singgasana Allah di sana, hal itu membuat kedudukan langit menjadi sangat spesial dalam Agama Islam. Ternyata ada golongan manusia yang sangat terkenal di kalangan penduduk langit tersebut.

Bukan artis, atau selebritis, dia hanya manusia biasa yang bekerja sebagai penggembala kambing miskin dan sudah yatim. Namun, Rasulullah SAW mengatakan bahwa semua penduduk langit mengenalnya, bahkan doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Siapakah dia? Berikut ulasannya.

Adalah Uwais Al Qarni, manusia yang namanya begitu terkenal di kalangan penduduk langit. Bahkan Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khattab agar meminta didoakan oleh Uwais Al Qarni, karena doanya tidak pernah ditolak Allah SWT.

Hidup Uwais Al Qarni begitu menderita, namun Ia tidak pernah mengeluh dan menjalani ujian dengan sabar. Pemuda ini berasal dari Negeri Yaman dan menderita penyakit Kopak atau tubuhnya belang-belang.

Kondisi ini tidak menjauhkannya dari Allah. Justru Uwais Al Qarni tubuh menjadi pemudah yang saleh dan sangat berbakti kepada satu-satunya orang tua yang dimiliki yakni sang Ibu. Ternyata kondisi Ibunya tidak kalah memprihatinkan. Ibunya yang sudah tua tersebut menderita lumpuh sehingga membutuhkan  Uwais untuk merawat dan memenuhi semua permintaan.

Namun, ada satu  permintaan Ibu yang agaknya sulit dikabulkan, yaitu ingin berhaji ke tanah suci. Bagaimana mungkin Uwais yang miskin itu mampu memberangkatkan sang ibu berhaji? Sementara untuk bisa sampai ke sana harus melewati gurun pasir tandus yang panas dengan perbekalan yang tidak sedikit.  Namun Allah tentu memiliki cara untuk mengundang Hamba-hamba pilihan-Nya.

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya.

Meski terkejut dengan permintaan sang ibu, namun Ia tidak patah arang. Ia kemudian berpikir tentang bagaimana mencari jalan keluar. Kemudian Ia membeli seekor anak lembu. Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Tindakan ini membuat orang desa begitu heran, bahkan sebagian menganggapnya aneh dan gila.

Lembu tersebut semakin hari semakin besar, sehingga membutuhkan tenaga yang besar pula untuk bisa mengangkatnya. Namun karena sudah terbiasa setiap hari, lembu tersebut tidak terasa berat lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Saat musim haji tiba, Ia benar-benar menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah. Masya Allah. Begitu besarnya kasih sayang Uwais kepada sang Ibu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Hikmahnya adalah agar mudah ditemukan oleh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Karena saat masih hidup Rasulullah berpesan agar kedua sahabat Nabi itu menemukan Uwais dan meminta di doakan karena doanya sangat makbul.

"Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertemuan Uwais Al-Qarni dengan Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib 
Dalam hidupnya, Uwais Al-Qarni sangat mecintai Rasulullah SAW. Ia begitu sedih saat melihat tetangganya kembali dari Madinah dan bisa menemui kecintaannya itu. Saat itu, berita tentang patahnya gigi Nabi Muhammad saat perang Uhud terdengar ke berbagai negeri. Ia pun kemudian menggetok salah satu giginya dengan batu hingga patah sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad SAW.

Ternyata kerinduan Uwais memuncak. Akhirnya Ia mendekati ibunya untuk meminta izin pergi menemui Rasul. Mendengaar permohonan sang anak, Ibu Uwais mengizinkannya pergi.  “Pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Hati Uwais begitu gembira. Ia segera berkemas dan meninggalkan Yaman. Namun Ia terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sang Ibu, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Perjalanan pun dimulai, jauhnya Madinah ternyata tidak menyurutkan niatnya. Setelah sampai di Madinah, sampailah Uwais di rumah Nabi. Sayang, pada saat itu Nabi tengah dalam peperangan dan hanya ditemukan Aisyah ra. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Setelah peperangan usai, Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi bertanya kepada Siti Aisyah perihal siapa yang datang mencarinya.

Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat
Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Namun ada yang janggal ketika penghuni langit ini wafat. Ada begitu banyak orang yang datang tanpa diketahui asalnya. Padahal Ia bukanlah sosok terkenal.

Saat akan dimandikan, ada banyak orang yang berebutan ingin memandikannya. Demikian juga ketika akan dikafani, sudah banyak yang menunggu dan ingin mengafaninya. Hal yang sama juga terjadi ketika hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Kematian Uwais menggemparkan negeri Yaman. Karena Ia bukan siapa-siapa, namun begitu banyak orang yang datang saat meninggalnya dan mengurus jenazahnya. Padahal semasa hidup, Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.

Hal inilah yang membuat penduduk Yaman tercengang dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Uwais.

“Bukankah dia hanyalah seoarang penggembala kambing dan unta yang miskin, namun mengapa begitu banyak orang yang datang mengurusi pemakamannya”

Berita keanehan ini menyebar ke seluruh negeri. Sejak saat itulah  penduduk Yaman tahu siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Karena selama ini Khalifah Umar ra dan Ali ra merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.  

Inilah Nabi yang Mampu Menahan Terbenamnya Matahari

Inilah Nabi yang Mampu Menahan Terbenamnya Matahari

Nabi merupakan utusan Allah yang tidak berkewajiban menyampaikan wahyu kepada umat. Tugas ini berbeda dengan 25 utusan Allah lainnya, yang harus menyampaikan firman Allah kepada para pengikutnya.

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa Nabi yang diutus ke dunia berjumlah 124 ribu orang. Mereka mendapat kelebihan masing-masing dari Allah sebagai mukjizat. Salah satu Nabi berikut ini pernah melakukan di luar nalar.

Ia mampu menahan matahari ketika berada dalam kondisi perang. Akhirnya, kondisi terang menjadi lebih lama, matahari juga tertahan sehingga petang tidak kunjung menjelang. Siapakah Nabi tesebut dan bagaimana hingga Ia mampu memenangkan perang? Berikut kisahnya.

Nabi tersebut bernama Yusya’ bin Nun, salah seorang nabi yang berasal dari kalangan Bani Israil. Dalam hidupnya, Nabi Yusya’ menyertai hidup Nabi Musa as dan mengerjakan perkara-perkara besar. Kisahnya berawal ketika Yusya sang Panglima Perang ingin merebut sebuah desa. Ia melatih prajuritnya dengan berbagai strategi.

Nabiyullah Yusya’ pada saat persiapannya menuju kota yang hendak ditaklukkan dia berusaha agar pasukannya menjadi pasukan yang kuat dan tangguh. Oleh karenanya, dia menyortir prajurit-prajurit yang bisa menjadi biang kekalahan, karena hati mereka lebih disibukkan oleh perkara dunia yang membelenggu hati dan pikiran mereka. Yusya’ mengeluarkan tiga kelompok prajurit yang tidak dizinkan untuk pergi berperang.

Pasukan yang ada ini kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah mereka yang sudah berakad nikah namun belum menyentuh istri. Kelompok kedua adalah orang yang sibuk membangun rumah dan belum menyelesaikan bangunannya. Sedangkan kelompok yang ketiga adalah mereka yang sedang menantikan kelahiran unta atau domba yang tengah bunting.

Namun ketiga kelompok ini justru dikeluarkan dari rombongan. Nabi Yusya’ tidak ingin pasukannya sibuk hati memikirkan apa yang ditingggalkannya. Baginya, tidak penting kuantitas, namun bagaimana mereka yang berperang ini memiliki kualitas yang bagus.

Pasukan terpilih akhirnya berangkat menuju kota yang akan ditakhlukan pada hari Jumat menjelang Ashar.Dengan kondisi ini, tentu waktu tidak terlalu banyak untuk bisa memenangkan perang. Karena Yusya’ berfikir, akan sangat sulit baginya dan pasukan menang saat malam hari.

Terlebih, saat itu adalah Jumat sehingga ketika matahari terbenam maka harus mengehentikan perang karena esoknya Sabtu dan perang di hari Sabtu hukumnya haram bagi Bani Israil.

Jika ada waktu untuk berhenti perang, tentu musuh akan berbenah diri dan bisa mempersiapkan persenjataan. Nabi Yusya’ ketika itu menghadap matahari, Ia kemudian berdoa kepada Allah agar matahari tidak terbenam. Ia berkata kepada matahari

“Kamu diperintakan aku juga diperintahkan.” Kemudian Yusya’ berdoa kepada Allah, “Ya Allah, tahanlah ia untuk kami.” Ternyata sangat mudah bagi Allah untuk mengabulkan permintaan ini dan Dia menunda terbenamnya  matahari hingga kemenangannya diwujudkan Yusya dan pasukannya. Yusya mampu membuat matahari tertahan untuk tidak terbenam, namun hanya dengan kuasa Allah SWT melalui doanya. 

Kisah ini diceritakan Nabi Muhammad SAW.  Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Salah seorang Nabi berperang. Dia berkata kepada kaumnya, ‘Jangan mengikutiku orang yang menikahi wanita sementara dia hendak membangun rumah tangga dengannya dan dia belum membangunnya dengannya, dan tidak juga seorang yang membangun rumah tapi belum melengkapi atapnya. Tidak pula orang yang telah membekali kambing atau unta betina yang bunting sementara dia menunggu kelahirannya.’ Lalu nabi itu berperang. Dia mendekati sebuah desa pada waktu shalat ashar atau dekat waktu ashar.  Maka dia berkata kepada matahari, ‘Sesungguhnya kamu diperintahkan dan akupun diperintahkan. Ya Allah, tahanlah matahari untuk kami.’ Matahari tertahan dan mereka meraih kemenangan. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam kisah tersebut diceritakan juga bagaimana pasukan dari Yusya menggelapkan harta rampasan perang. Memang, umat terdahulu tidak diperbolehkan menggunakan harta rampasan perang. Hanya umat Nabi Muhammad SAW yang diperbolehkan Allah untuk menggunakannya. Sementara pada umat-umat sebelumnya, harta rampasan perang harus dikumpulkan kemudian akan diturunkan api dari langit untuk membakarnya. 

“Lalu dia mengumpulkan harta rampasan perang. Maka datanglah api untuk melahapnya tetapi ia tidak bisa memakannya. Nabi itu berkata, ‘Ada di antara kalian yang menggelapkan harta rampasan perang, hendaknya dari masing-masing kabilah ada satu orang yang membaitku.’ Maka tangan seorang laki-laki menempel dengan tangannya dan dia berkata, ‘Kalian menggelapkan rampasan perang.’ Maka mereka datang menyerahkan emas sebesar kepala sapi. Mereka meletakannya lalu datanglah api dan memakannya. Kemudian Allah menghalalkan harta rampasan perang bagi kita. Dia mengetahui kelemahan dan ketidakmampuan kita, maka  Dia menghalalkannya untuk kita.” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang Islam. Terimakasih sudah membaca.

Sumber: Buku “Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa”, DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Pustaka Yassir