Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2017

Sengatan Lebah Mampu Sembuhkan HIV/AIDS

Sengatan Lebah Mampu Sembuhkan HIV/AIDS


Penderita penyakit mematikan HIV/AIDS sepertinya bisa bernafas lega. Penyakit yang disebut –sebut belum ditemukan obatnya ini sekarang bisa disembuhkan dengan sengatan lebah. Adalah tim peneliti dari  Washington University School of Medicine yang berhasil menemukan formula tersebut.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal yang berjudul Antiviral Therapy. Dalam penelitiannya, para ahli menemukan racun lebah bernama melittin yang menjadi bahan utama penghancur virus HIV. Sebuah terobosan yang berpotensi menjadi obat yang kebal terhadap resistensi HIV. 

Para peneliti melekatkan melittin ke nanopartikel yang secara fisik lebih kecil dari HIV, dan lebih kecil dari sel-sel tubuh. Terlihat jika melittin lebah menyerang nano-partikel yang lebih kecil yang abnormal. Virus pun kemudian hancur karena belum memiliki pelindung dari melittin. Secara teori, jika nanopartikel disuntikkan ke dalam aliran darah pasien, maka mampu membersihkan darah HIV.

Sengat lebah menjadi cara untuk menyalurkan nano molekuler ke dalam darah penderita.  Kemudian bahan aktif ini memburu sel-sel yang telah terpapar virus HIV sekaligus membunuhnya tanpa memberikan kerusakan pada sel-sel yang sehat. Partikel juga bisa disuntikkan ke orang HIV-positif untuk menghilangkan virus dalam aliran darah.

"Harapan kami adalah bahwa di tempat-tempat HIV merajalela, orang bisa menggunakan ini sebagai tindakan pencegahan untuk menghentikan infeksi awal," Joshua Hood, salah satu penulis studi tersebut. 
Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh para ahli dari Lembaga Penyakit Tropik/Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya. Kepala ITD Unair Prof Dr Nasronudin mengatakan, lebah tidak hanya  menghambat replikasi, akan tetapi langsung membunuh virusnya. 

Nasronudin menegaskan, satu kali sengatan lebah akan mengeluarkan nano molekul yang langsung masuk ke aliran darah. Nantinya zat ini akan mencari dan menemukan sel yang terpapar virus mematikan tersebut. Sel HIV ini akan dikejar dan dibunuh namun tidak akan berpengaruh terhadap sel lainnya. 

Proses penyembuhan berlangsung sederhana. Sebagai tahap awal, pasien penderita HIV/AIDS terlebih dahulu diukur tingkat kekebalan tubuhnya. Nantinya suhu tubuh ini akan menjadi bahan perbandingan ketika sudah tersengat lebah.  Jika tingkat kekebalannya sesuai, maka mulai bisa dilakukan terapi. 

Terapi sengatan lebah ini dilakukan di bagian leher dengan periode waktu seminggu sekali selama tiga bulan. Setelah rentang waktu tersebut maka kembali dilakukan cek terhadap jumlah virus yang bersarang. Jika jumlahnya menurun, maka kekebalan tubuh mengalami kenaikan dan harapan hidup menjadi lebih panjang. Terapi lebah diharapan menjadi harapan bagi penderita HIV/AIDS.  Sehingga bisa menekan angka kematian karena penyakit menular melalui darah tersebut.

Singkong Berkhasiat Obati Kanker

Singkong Berkhasiat Obati Kanker

Singkong merupakan makanan umbi-umbian yang dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Singkong atau yang biasa disebut dengan ubi kayu ini diidentikan dengan makanan orang kelas bawah yang selalu dibandnigkan dengan keju. Namun tahukan anda bahwa makanan khas “wong cilik” ini dipercaya berkhasiat untuk mengobati kanker. 

Singkong mengandung vitamin B17 yang mampun menguraikan sel kanker dalam tubuh menjadi gula. Pada penelitian yang pernah dilakukan, mengkonsumsi vitamin B17 dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan kanker. Vitamin B17 bernama latin Amygdaline merupakan glikosida. 

Obligasi untuk nutrisi lain dengan gula dan glikosida seringkali digunakan dalam obat-obatan untuk mempermudah penguraian dan penyerapan dalam tubuh. Sehingga vitamin B17 pun digunakan dalam konsumsi obat-obatan hingga saat ini. Jika vitamin B17 ini diekstraksi, maka disebut Laetrile, dimana sering digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Lalu lbagaimana B17 dapat menyembuhkan sel kanker? 

Sel kanker merupakan sel yang belum matang dan memiliki enzim yang berbeda dengan enzim normal. Jika enzim sel normal bergabung dengan vitamin B17 makan akan terurai menjadi 3 jenis gula. Namun jika B17 bergabung dengan enzim sel kanker maka akan terurai menjadi satu gula, satu  benzaldehida dan satu asam hidrosianik. 

Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kaker secara lokal. Biji aprikot dan singkong sama-sama mengandung vitamin B17. Pada uji laboratorium dikatakan bahwa ternyata vitamin B17 ini juga bekerja secara berkesinambungan dengan vitamin A, C, E, dan B15, enzim pangkreas, serta enzim lain dalam mengurai sel-sel kanker pada tubuh.

Belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa singkong efektif dalam mencegah atau mengobati kanker. Namun, beberapa peneliti telah mengusulkan sebuah ide yang akhirnya bisa mengarah pada pengobatan yang menggunakan enzim dari tanaman singkong. 

Singkong telah digunakan sebagai sumber makanan oleh banyak budaya selama berabad-abad. Hari ini, makanan ini dikonsumsi oleh jutaan orang di negara-negara berkembang dan kadang-kadang digunakan sebagai obat herbal. Telah berteori bahwa kemampuan tanaman untuk membuat sianida mungkin berguna untuk mengobati kanker, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah teknik ini akan bekerja pada manusia. Penggunaan ini akan sangat berbeda dari penggunaan tanaman singkong sebagai obat herbal.